Minggu, 26 Juni 2011

Harga kedelai impor yang lebih murah dibanding kedelai dalam negeri menyebabkan upaya peningkatan produksi kedelai agak terabaikan.
            Masih rendahnya tingkat produksi kedelai di desa labanan jaya disebabkan oleh beberapa faktor teknis, yaitu sebagai berikut:
1.      Penggunaan Varietas lokal yang daya produksinya rendah.
2.      Penggunaan benih mutu asalan.
3.      populasi dan jarak tanam yang tidak optimal.
4.      Penyiangan yang kurang intensif.
5.      Serangan hama dan penyakit.
6.      Kekeringan dan banjir.
7.      Ditanam tumpang sari dengan tanaman lain.
8.      Di tanam pada tanah sangat asam.
Produksi kedelai sangat di pengaruhi lingkungan setempat, dan bahkan bisa menjadi gagal. Faktor yang sering menyebabkan petani gagal panen yaitu : hama dan penyakit serta kekeringan.
            Secara biologis hasil kedelai memang lebih rendah dibandingkan dengan hasil tanaman lain. Hal ini disebabkan faktor biologis sebagai berikut:
1.      Tanaman kedelai tidak responsif terhadap pupuk N (Urea) sehingga usaha petani untuk peningkatan dengan permukaan tidak efektif.
2.      Bakteri rizhobium pada bintil akar memerlukan makanan yang berasal dari proses fotosintesis dalam daun kedelai.
3.      Tanaman kedelai habitusnya rendah sehingga mudah di saingi rerumputan.
4.      Lingkungan tumbuh kedelai adalah tanah kering yang kesuburannya rendah dan tidak stabil.
5.      Benih kedelai mudah turun daya tumbuhnya sehingga tidak semua benih yang dapat tumbuh.
6.      Varietas yang cocok untuk suatu daerah belum tentu cocok pada daerah lain yang iklim dan cuacanya berbeda.
7.      Kedelai termasuk golongan tanaman C-3 yang kurang efisien dalam memanfaatkan energi matahari.
8.      Daun kedelai terlalu capat rontok pada saat pengisian polong belum sempurna.
9.      Kedelai banyak mempunyai hama dan penyakit.

0 komentar:

Poskan Komentar